Analisa Batubara Parameter Ash Content Metode ASTM D3174-12(2018)



ASH CONTENT

Ash content adalah persentase residu yang tersisa setelah batubara dibakar pada suhu tertentu. Ash content menunjukkan kualitas batubara dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Ash content yang tinggi dapat menyebabkan penurunan nilai kalori, peningkatan biaya transportasi, dan pencemaran udara. Oleh karena itu, analisa ash content sangat penting untuk dilakukan sebelum menggunakan batubara sebagai bahan bakar.

METODE UJI 

Metode uji ash content batubara adalah metode yang digunakan untuk menentukan persentase abu yang tersisa setelah batubara dibakar pada suhu tertentu. Metode ini dapat menunjukkan kualitas batubara dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Metode uji ash content batubara yang umum digunakan adalah metode ASTM (American Standard Test Method) yang mengacu pada standar ASTM D 3174-12(2018).

Alat dan bahan 


Bahan 
  • Sampel batubara ukuran 0.250 mm
Alat
  • Furnace Ash AAF 
  • Tray Contoh
  • Crucible ash – kapsul perselen sekitar 22 mm kedalaman, dan dengan diameter 44mm
  •  Sarung tangan tahan panas
  • Pelindung wajah tahan panas
  • Timbangan Analitik
  • Deksikator

Prosedur 

  1. Cawan terlebih dahulu di keringkan di dalam Furnace pada suhu 750°C +/- 15 oC selama 15 menit setelah itu dingin di luar selama 10 menit dalam desikator selama 10 menit untuk siap di pakai dan timbang cawan + tutupnya , sebagai (m1)
  2. Timbang 1 g contoh batubara ke dalam cawan + tutupnya dan catat sebagai (m2).(gunakan sarung tangan katun dan kacamata safety pada saat menimbang)
  3. Masukkan cawan + contoh batubara ke dalam tungku dingin (tutupnya dibuka) (gunakan sarung tangan tahan panas pada saat memasukkan contoh kedalam tungku dan pelindung wajah tahan panas)
  4. Panas secara bertahap sampai suhu mencapai 500 °C +/- 10 oC dalam waktu 1 jam dan lanjutkan memanaskan contoh batubara dari suhu 500 °C +/- 10 oC sampai suhu 750 °C +/- 15 oC dalam wakti 1 jam. (Untuk contoh kokas tertentu dan batubara non reactive panaskan hingga suhu akhir 950°C +/- 20 oC dicapai oleh akhir jam kedua ).
  5. Kemudian panaskan pada suhu akhir 750 °C +/- 15 oC selama 2 jam. (Untuk contoh kokas tertentu dan batubara non reactive mungkin memerlukan waktu tambahan pada suhu suhu akhir 950°C +/- 20 oC) Jika tidak terbakar sempurma amati partikel karbon, kalau masih terlihat partikel karbon maka contoh harus dikembalikan ke tungku untuk dipanaskan kembali untuk waktu yang cukup sampai mencapai berat konstan (±0,001 g).
  6. Setelah waktunya cukup buka tungku dan biarkan selama 2 menit contoh berada di dalam tungku.
  7. Keluarkan cawan dari tungku, tempatkan di atas plate aluminium dan pasang tutupnya dinginkan selama 3 menit. (gunakan sarung tangan tahan panas pada saat memasukkan contoh kedalam tungku dan pelindung wajah tahan panas)
  8. Kemudian di lanjutkan pendinginan selama 5 menit di masukkan kedalam ke desikator
  9. Timbang cawan + tutupnya + abu dan catat beratnya ,sebagai (m3)

  10. Lakukan perhitungan hasil ash content

Perhitungan

  • Ash content dihitung dengan rumus berikut:


Keterangan :
m1 = Berat awal cawan + tutupnya (g)
m2 = Berat cawan + tutupnya + batubara (g)
m3 = Berat cawan + tutupnya + abu (g)

Repeatability & Reproducibility


 

 

Repeatability

(%)

 

Reproducibility

(%)

Coal (2.68-17.86%)

0.22%

0.32%

Coke (5.73-11.75%)

0.10%

0.20%

Bituminous (5.0-15.0%)

0.30%

0.49%

Sub-bituminous dan lignite

0.33%

0.47%

(4.5-30%)

 

 

Reference 

ASTM D3174-12(2018)e1: Ash in the Analysis Sample of Coal and Coke From Coal


Irhamni Nuhardi.(2021).Analisa Pengaruh Ask Content Terhadap Nilai Kalor Batubara Pada PT. Tribhakti Inspektama Samarinda.Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI).Vol. 1, No. 6, Juni 2021, Hal. 243-246.DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpti.52




Komentar